Di Livio Paling Kecewa Dengan Performa Bomber Juventus Ini Di Final Liga Champions

Di Livio Paling Kecewa Dengan Performa Bomber Juventus Ini Di Final Liga Champions

Di Livio Paling Kecewa Dengan Performa Bomber Juventus Ini Di Final Liga Champions

Gonzalo Higuain adalah pemain Juventus yang paling mengecewakan dalam kekalahan final Liga Champions melawan Real Madrid, menurut Angelo Di Livio.

Real Madrid meraih kemenangan 4-1 di Cardiff pada akhir pekan lalu. Pasukan Massimiliano Allegri tampil mengecewakan di babak kedua yang membuat mereka gagal menaklukkan kiper lawan, Keylor Navas.

Di Livio memenangkan Liga Champions bersama Si Nyonya Tua pada tahun 1996, dan setelah itu Juventus telah kalah sebanyak lima kali di babak final, yang membuat penantian mereka untuk mendapatkan gelar Eropa menjadi lebih panjang.

Dan Di Livio sama sekali tidak terkesan dengan penampilan Higuain, yang di babak pertama sempat membantu terciptanya gol Mario Mandzukic, namun gagal mencetak gol pada babak kedua dan secara keseluruhan gagal untuk merepotkan lini belakang Los Blancos.

“Yang paling mengecewakan saya? Tentu saja Higuain. Saya berharap banyak kepada Pipita (julukan Higuain), atau setidaknya sesuatu yang lebih dalam hal kualitas teknik dan keinginan besar untuk mendapatkan gol,” ujar Di Livio.

“Dia memberi saya kesan yang berbeda dengan yang lain. Tak seorang pun pemain di Juve yang mencoba membuat perbedaan dan menegaskan kualitas mereka. Tapi Higuain adalah orang yang membuat kesan terbesar kepada saya, tapi itu kesan yang negatif,” lanjutnya.

Di Livio merasa penampilan Higuain menggambarkan tim Juve yang tidak memiliki mentalitas juara. Dia melanjutkan: “Untuk bermain di level tertentu, Anda membutuhkan pemain top dan saya pikir Bianconeri masih kekurangan beberapa pemain dengan karakter besar, yang bisa meningkatkan kualitas tim secara signifikan.”

“Antara babak pertama dan kedua, ada kesenjangan. Aspek mental adalah hal yang penting, dan Juve menghabiskan seluruh energi mereka dalam 45 menit pertama. Kemudian mereka anjlok, mereka gagal pada saat yang paling penting di babak kedua, dalam aspek fisik, dan aspek mental. Itu merupakan bencana bagi Juve,” pungkasnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: